Kamu bisa memastikan bahwa aku sedang jatuh dalam perangkap cerukmu, membawa algoritma bahwa aku cinta mati sepenuhnya kepadamu, namun di lain pihak, pertanyaanku selanjutnya bergulir:
"Apakah algoritma kita sama? Apakah kamu juga terjatuh dalam ceruk yang sama? Apakah kamu juga cinta mati dengan kadar yang sama?"
Sony Adams, penulis buku “30 Days Pursuit of Happiness”, secara personal memang empat tahun belakangan ini banyak berhubungan dengan meditasi dan praktik aplikasinya. Menurutnya, meditasi adalah momen paling pribadinya untuk memberi jeda terhadap semua ingar-bingar keramaian dunia luar tak semakin hari akan semakin tidak terkendali. Meditasi adalah sejenak hening namun tetap sadar bahwa sejatinya dunia ini hanyalah sehimpun proses sederhana di mana kita bergantung pada kesadaran dan faktor-faktor mental kita yang beradu dengan panca indra kita ini. Ia mulai mendalami meditasi setelah perkenalannya dengan beberapa momentum yang mengajaknya melangkah ke dalam diri sendiri beberapa tahun yang lalu. Walau pada awalnya memang berat, namun kini ia sudah bisa merasakan manfaatnya secara langsung. Berdamai dengan diri sendiri adalah sebuah misinya yang ingin disampaikan kepada sebanyak-banyak orang di luar sana dan menulis buku-buku yang berhubungan dengan hal itu adalah sebuah langkah perwujudannya. Ke depan, ia akan terus berkarya menulis buku-buku pencerahan spiritual agar semua orang sadar apa sebenarnya misinya lahir ke bumi ini sembari tetap rajin melakukan meditasi di sela-sela kesibukannya menulis dan bekerja.
Lantak adalah buku pertama dari rangkaian buku Five Stages if Grief karya Sony Adams. Sony ini adek angkatanku (jauh) saat kuliah. Kupikir, "wah baru nih ada lulusan Geofisika yang menjadi penulis", jadi kucoba membaca karyanya. Lantak merupakan stage denial. Yang dipakai Sony disini, grief karena putus hubungan. Seperti tag line di cover, ini tentang cinta, tentang luka, tentang rasa. Seperti kita semua pernah merasakan, Sony awalnya bercerita tentang sakit hati. Sony menggambarkan jatuh cinta dengan kosa kata yang aku kenal, algoritma, gravitasi, magnet, dsb. Contoh yang dipakai Sony pun masih berhubungan dengan fisika, seperti sifat batuan, mobil yang mengalami percepatan, dan energi dalam Joule. Secara umum melalui Lantak ini Sony mencoba menggambarkan tahap denial (penyangkalan) dalam bentuk puisi. Dalam tahap penyangkalan ini Sony mencoba menerima dengan perlahan putus hubungan dan perpisahan dengan orang yang dicintai.
ini termasuk kategori non-fiksi kan, ya? bukannya mestinya di-rating 5?
berhubung agak berantakannya penempatan ceracauan penulisnya, jadinya pengin me-rating seperti biasa. coba saja ini dibantu ngurutin tiap bab-nya dengan alur yang berpola, pasti lebih mengena.
oiya, ini buka tentang apa, sih? seperti judulnya, buku ini ya tentang cinta, luka, dan rasa. bahkan p[ada banyak bagiannya ini seperti curhat? si "aku" di sini ditinggal kawin sama mantan ceweknya, dan di bagian tertentu, si "aku" ini pede banget bahwa pernikahan mantannya nggak bakal bahagia dan nanti ngarep balikan sama "aku". BAH. pede banget.
selain itu, kenapa nggak berhemat saja ya bikin bukunya, kenapa boros dengan segala spasi per baris kalimatnya. kalau saja nggak boros, buku ini bisa lebih tipis lagi.
aslinya, buku ini lumayan banget diksinya. meskipun beberapa di antaranya diulang dan bikin bosan, kosakatanya cukup luas.