nindy's Reviews > Re: dan Perempuan
Re: dan Perempuan
by
by
buku ke-tiga (dan terbaik) yang kutamatkan selama rawat inap.
aku ingin memberi ulasan yang lebih lengkap dan pantas sebagai bentuk apresiasiku pada buku sebagus ini. tapi, kondisiku yang masih rawat inap kurang memungkinkan untuk mengetik panjang. maka aku akan bagikan beberapa hal dulu sebelum nanti ulasan ini kuperbarui.
sepertinya buku ini merupakan gabungan dari dua cerita, yaitu Re: dan peREmpuan, yang diangkat dari kisah nyata.
buku ini mengangkat cerita mengenai Re:, seorang pelacur lesbian yang, awalnya, didekati Herman—seorang mahasiswa tingkat akhir dan wartawan sebuah tabloid—untuk keperluan skripsinya. pertemanan keduanya menguak beragam sisi gelap pelacuran ibukota yang tidak terekspos media.
ada salah satu bagian yang membuatku sedih sekali saat membacanya.
“Kamu kirim doa ya untuk dia. Al Fatihah.”
“Kamu juga dong…”
“Ah, doa pelacur nista seperti gue mana didengar…” (h. 35)
di bab bab terakhir pun, aku nggak sanggup menahan lelehan air mata saat terkenang betapa sulitnya kehidupan yang dijalani oleh Re:. sebagai seorang ibu, Re: selalu mengusahakan yang terbaik bagi Melur, anaknya, meski itu artinya ia harus siap bertaruh nyawa tiap menjalankan profesinya.
yang aku suka dari buku ini adalah bagaimana penulis menyelipkan sindiran terhadap bobroknya tatanan hukum dan sosial yang ada. aku merasakan kemarahan penulis terhadap dunia yang seksis, yang patriarkis, yang ketimpangan hukumnya amat eksplisit, yang pewartanya mendistorsi fakta demi kepentingan kelompok tertentu, dan masih banyak lagi kritik sosial yang diteriakkan.
kesimpulannya: buku ini terlalu menarik untuk dilewatkan.
ah, aku nggak sabar ingin tulis ulasan lengkapnya. sembari menunggu, aku akan lanjut baca sekuelnya, Re:nkarnasi.
aku ingin memberi ulasan yang lebih lengkap dan pantas sebagai bentuk apresiasiku pada buku sebagus ini. tapi, kondisiku yang masih rawat inap kurang memungkinkan untuk mengetik panjang. maka aku akan bagikan beberapa hal dulu sebelum nanti ulasan ini kuperbarui.
sepertinya buku ini merupakan gabungan dari dua cerita, yaitu Re: dan peREmpuan, yang diangkat dari kisah nyata.
buku ini mengangkat cerita mengenai Re:, seorang pelacur lesbian yang, awalnya, didekati Herman—seorang mahasiswa tingkat akhir dan wartawan sebuah tabloid—untuk keperluan skripsinya. pertemanan keduanya menguak beragam sisi gelap pelacuran ibukota yang tidak terekspos media.
ada salah satu bagian yang membuatku sedih sekali saat membacanya.
“Kamu kirim doa ya untuk dia. Al Fatihah.”
“Kamu juga dong…”
“Ah, doa pelacur nista seperti gue mana didengar…” (h. 35)
di bab bab terakhir pun, aku nggak sanggup menahan lelehan air mata saat terkenang betapa sulitnya kehidupan yang dijalani oleh Re:. sebagai seorang ibu, Re: selalu mengusahakan yang terbaik bagi Melur, anaknya, meski itu artinya ia harus siap bertaruh nyawa tiap menjalankan profesinya.
yang aku suka dari buku ini adalah bagaimana penulis menyelipkan sindiran terhadap bobroknya tatanan hukum dan sosial yang ada. aku merasakan kemarahan penulis terhadap dunia yang seksis, yang patriarkis, yang ketimpangan hukumnya amat eksplisit, yang pewartanya mendistorsi fakta demi kepentingan kelompok tertentu, dan masih banyak lagi kritik sosial yang diteriakkan.
kesimpulannya: buku ini terlalu menarik untuk dilewatkan.
ah, aku nggak sabar ingin tulis ulasan lengkapnya. sembari menunggu, aku akan lanjut baca sekuelnya, Re:nkarnasi.
Sign into Goodreads to see if any of your friends have read
Re.
Sign In »
Reading Progress
April 5, 2022
–
Started Reading
April 5, 2022
– Shelved
April 5, 2022
–
12.73%
"awalnya baca yg Re:nkarnasi dulu sampe halaman 40 sekian, lalu sadar bahwa sebelum baca itu, aku harus baca yang ini dulu. DAN HINGGA HALAMAN INI.. aku sangat tercengang oleh isinya yang luar biasa."
page
42
April 7, 2022
–
Finished Reading
